Prosedur Sertifikasi Halal untuk Suatu Produk

Prosedur Sertifikasi Halal untuk Suatu Produk

Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia yang penduduknya sangat religius sehingga tema seputar halal dan haram tidak akan habis untuk di bahas. Seiring perkembangan jaman masalah ini semakin kompleks dan menarik, karena tidak hanya makanan dan minuman saja yang diberi label halal, kosmetik dan obat obatan juga di beri label halal.

Makanan yang halal memang dianjurkan oleh syariat islam karena makanan yang halal dan baik di pastikan akan memberi manfaat bagi yang mengkonsumsinya.

Sebagai muslim saya perlu tahu tentang makanan halal yang di konsumsi oleh karena itu  saya senang sekali mempunyai kesempatan untuk mengikuti Talk Show yang diadakan oleh The Atjeh Connection bersama MUI  dan Komunitas Blogger dan Vlogger  mengangkat tema Prosedur Sertifikasi Halal MUI dan tantangan industri halal di era digitalisasi 4.0.

Talk Show di selenggarakan di restoran Atjeh Connetion di daerah Sarinah  Jakarta Pusat dengan nara sumber Anita Amir Faisal (Founder Atjeh Connection), Lia Amalia ( Kepala Bidang Sosialisasi dan promosi Halal LPPOM MUI ) dan Bapak Lukmanul Halim (Direktur Pelaksana LPPOM MUI )

Ibu Anita Amir merupakan founder The Atjeh Connection beliau mengatakan awalnya niat membuka restoran adalah untuk tempat minum kopi suaminya dan teman temannya dan berniat untuk membawa makanan pinggir jalan ke dalam konsep Cafe. Ibu Anita juga mengatakan berniat untuk berbagi kepada sesama oleh karena itu karyawan yang bekerja pada beliau adalah bukan lulusan perhotelan ternama tetapi lulusan apapun bisa asal jujur dan dapat dipercaya.

Karena punya pengalaman makan di suatu restoran dan ternyata salah satu bahan dalam makanan tersebut ternyata ada yang yang tidak halal  oleh sebab itu ibu Anita berniat untuk menjual produk dan komposisi makanan yang di jual di Atjeh Connetion semuanya berasal dari bahan yang halal dan beliau ingin restorannya mempunyai sertifikasi halal

.

Ibu Lia Amalia selaku Kepala Bidang Sosialisasi dan Promosi Halal LPPOM MUI menjelaskan Pengurusan sertifikasi halal sekarang lebih mudah, pengusaha tidak perlu repot untuk datang ke kantor LPPOM Mui Global Center di Bogor tapi cukup mendaftar di Cerol (Sertifikasi Halal Online) di www.halalMui.org para pengusaha yang ingin produknya ada label halal bisa mengajukan sertifikasi halal secara online dan Mui akan segera memprosesnya, cepat atau tidaknya label halal diberikan semua tergantung akan tahapan prosedur yang dilakukan.
Saat proses sertifikasi perusahaan akan membuat list bahan bahan yang digunakan untuk proses produksi agar bisa diketahui suatu bahan halal atau tidaknya.

Restoran yang ingin mendapatkan sertifikasi halal harus di cek semua menu makanannya baik yang diproduksi sendiri maupun makanan yang dititipkan di restoran tersebut dan juga di cek bahan bahannya apakah dari bahan yang halal atau tidak, setelah itu akan dicek fasilitasnya mulai dari tempat memasak makanannya maupun piring untuk menyajikan makanan tersebut karena cemaran babi sangat kuat walaupun sudah dicuci bersih jadi semua harus bisa dipastikan halal.

Masa berlaku sertifikat halal adalah dua tahun dan selama itu perusahaan harus mempunya manual sistem jaminan halal agar tidak memgganti bahan bahan seenaknya dan untuk menjaga konsistensi halal.

Nara sumber lainnya adalah Bapak Lukmanul hakim selaku Direktur pelaksana LPPOM MUI menegaskan bahwa Indonesia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam sangat diperlukan sertifikasi halal bagi seluruh produk di Indonesia. Masalah yang berkaitan dengan halal atau tidaknya suatu makanan adalah hal yang sangat sensitif.

Bapak Lukman menceritakan bagaimana tukang bakso saat ada isu daging babi, penjualannya menjadi sepi karena orang jadi takut untuk makan bakso dan berdasarkan pengalaman Bapak Lukman kadang isu yang tidak benar juga bisa membuat suatu usaha menjadi bangkrut dan tutup, sehingga mereka minta bantuan MUI untuk mengklarifikasi kalau produknya halal.

Sertifikasi halal memang sangat di perlukan agar masyarakat bisa percaya dan yakin untuk mengkonsumsi suatu produk.
LPPOM MUI mengajak para Blogger dan Vlogger untuk menyiarkan sertifikasi halal sangatlah penting untuk suatu produk, karena sertifikasi halal merupakan suatu produk industri ke depannya. Blogger dan Vlogger akan menjadi duta halal dari MUI sehingga hanya menyiarkan berita yang benar dan meluruskan berita yang tidak benar.

Untuk menyambut era digitalisasi Sertifikasi halal di era Industri 4.0 akan sangat mudah dengan menggunakan layanan online para pengusaha bisa dengan mudah mendaftar tanpa perlu datang ke kantornya LPPOM MUI, dan penggunaan Barcode yang akan diberikan di restoran atau toko-toko yang sudah mempunyai logo halal.
Sertifikasi halal membuat kita para konsumen tenang dan nyaman untuk mengkonsumsi suatu produk karena halal merupakan lebih dari suatu kualitas.


2 Replies to “Prosedur Sertifikasi Halal untuk Suatu Produk”

  1. Kebayang ya kalau perusahaan di indonesia lupa memperpanjang sertifikat halalnya bakal kasus la ya..kaya yg dulu2

  2. Halam bagi Saya sebagai muslim, adalah yg dilihat pertama. Sebagai pintu masuk untuk orang untuk membeli produk (barang/jasa).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *